by. MOHAMMAD LATIF QOHARI

by. MOHAMMAD LATIF QOHARI

by. MOHAMMAD LATIF QOHARI

by. MOHAMMAD LATIF QOHARI

MENU BLOG

Showing posts with label GUDANG DOWNLOAD. Show all posts
Showing posts with label GUDANG DOWNLOAD. Show all posts

Sunday, 9 November 2014

Para Huffadzul Qur`an di Zaman Rasulullah

Hasil Kegiatan Pendidikan: Huffaz
Samudra kesempatan mempelajari Kitab Suci yang berjalan bersama gelombang manusia yang terlibat dalam penyebarannya, ternyata membuahkan banyak para sahabat yang secara cermat menghafal Al-Qur'an. Banyak diantara mereka yang kemudian dibunuh di Yamama dan Bir Ma'una, dan nama mereka dalam banyak hal, telah lenyap dari buku sejarah. Dari bukti yang ada menunjukkan hanya nama-nama mereka yang masih hidup, yang kemudian meneruskan pengajaran di Madinah dan wilayah yang tertaklukan oleh kekuasaan Islam. Hal ini meliputi antara lain: Ibn Mas'ud,62 Abu Ayyub,63 Abu Bakr as-Siddiq,64 Abu ad-Darda,65 Abu Zaid,66 Abu Musa al-'Ash' ari,67 Abu Huraira,68 Ubayy bin Ka'b,69 Um-Salama,70 Tamim al-Dari,71 Sa'd bin Mundhir,72 Hafsa,73 Zaid bin Thabit,74 Salim dari suku Hudhaifa ,75 Sa'd bin 'Ubada,76 Sa'd bin ‘Ubaid al-Qari,77 Sa'd bin Mundhir,78 Shihab al-Qurashi,79 Talha,80 ‘A'isha,81 ‘Ubada bin Samit,82 ‘Abdullah bin Sa'ib,83 Ibn ‘Abbas,84 ‘Abdullah bin ‘Umar,85 ‘Abdullah bin 'Amr,86 ‘Uthman bin 'Affan,87 'Atta bin Markayud (orang Parsi tinggal di Yaman),88 ‘Uqba bin 'Amir,89 'All bin Abi

Talib,90 ‘Umar bin al-Khattab,91 'Arm- bin al-'As.92 Fudala bin ‘Ubaid,93 Qays bin Abi Sa'sa'a,94 Mujamma’ bin Jariya,95 Maslama bin Makhlad,96 Mu'adh bin Jabal,97 Mu'adh Abu Halima,98 Um-Warqah bin ‘Abdullah bin al-Harith,99 dan 'Abdul Wahid.100

Monday, 6 October 2014

Download Skripsi Lengkap: Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Profesionalisme Kegiatan Belajar Mengajar di SMP I Kepung

ABSTRAK

INAYATUL  KHUSNA, 2014, Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Profesionalisme Kegiatan Belajar Mengajar di SMP I Kepung.  Skripsi, Program Study Pendidikan Islam, Tarbiyah, Sekolah Tinggi Agama Islam Hasanuddin Pare Kediri.  Dosen Pembimbing : Drs. H. Harun Kusaijin,M.Fil.I

Kata Kunci:Profesionalisme, Guru, Proses Belajar Mengajar
 
Dalam era pembangunan dan negara yang sedang berkembang seperti indonesia ini, guru mempunyai peranan penting dalam mengabdi untuk meningkatkan kecerdasan bangsa termasuk bimbingan pada generasi mendatang, maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh seorang pendidik. Oleh karena itu seorang guru mempunyai kewajiban secara langsung untuk mengawasi dan membantu proises belajar pada peserta didik dan anak didik.
Diakui atau tidak, guru akan selalu menjadi unsur penting yang menentukan berhasil atau tidaknya sutu pendidikan. Oleh karena itu maka guru selalu berperan dalam pembentukan sumberdaya manusia yang pontensial dibidang pembangunan bangsa dan negara. Guru adalah orang kedua setelah orang tua yang selalu mendidik dan memgawasi anak, untuk menuju cita-cita dan tujan hidupnya. Oleh karena seorang guru harus memiliki dedikasi yang sangat tinggi dan profesi yang dipilihnya itu bukan pekerjaan sampingan, sebab diakui atau tidak gurulah yang menentukan keberhasilan anak.
Berpegang dari latar belakang diatas serta dasar pemikiran yang terdapat didalamnya maka rumusan masalah sebagai berikut Bagaimana profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar di SMP I Kepung ,Bagaimana upaya peningkatan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar di SMP I Kepung, Faktor apa yang mempengaruhi upaya peningkatan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar di SMP I Kepung      
Dari perumusan masalah tersebut maka penelitian ini bertujuan mendiskripsikan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar di SMP I Kepung, mendiskripskan upaya peningkatan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar di SMP I Kepung, mendiskripsikan faktor yang mempengaruhi upaya peningkatan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar di SMP I Kepung.
Penelitian dilakukan di SMP I Kepung. Untuk mengumpulkan data digunakan metode observasi, dokumentasi, dan interview. Kemudian data yang telah terkumpul berupa kata-kata dianalisis dengn tekinik analisis deskriptif kualitatif.
Dari hasil pemabahasan dan penelitian didapat kesimpulan sebagai berikut, profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar sudah cukup baik, terbukti dengan kemampuan guru membuat satpel, selalu membuat persiapan mengajar dengan baik, menggunakan alat peraga dengan baik, dan selalu mengadakan evaluasi.
Berikut link download selengkapnya:


Downloadd BAB I: Pendahuluan.doc
Downloadd BAB II: Kajian Pustaka.docx
Downloadd BAB III: Metode Penelitian.docx
Downloadd BAB IV: Pembahaan.docx
Downloadd BAB V:Penutup.doc

Download Skripsi Lengkap: RELEVANSI PEMIKIRAN YUSUF QARDHAWI TENTANG PENDIDIKAN ISLAM PADA ERA MODERN


RELEVANSI PEMIKIRAN YUSUF QARDHAWI TENTANG PENDIDIKAN ISLAM PADA ERA MODERN. OLEH MAMLUATUL MUBAROKAH. NIM : 2009481415.
Pembimbing : Drs. H. HARUN KUSAIJIN, M.Fil.I
Permasalahan: (1) Bagaimanakah pemikiran Yusuf Qardhawi tentang pendidikan ?, (2) Bagaimanakah relevansi pemikiran Yusuf Qardhawi terhadap pendidikan Islam dan tokoh-tokoh pendidikan Islam dewasa ini terutama dalam Metode Pengajaran?.
Tujuan Penelitian: (1) Untuk mengetahui bagaimana pokok-pokok pikiran Yusuf Qardhawi tentang Pendidikan, (2) Untuk mengetahui relevansi pemikiran Yusuf Qardhawi terhadap pendidikan Islam dan tokoh-tokoh pendidikan Islam dewasa ini terutama dalam metode pengajaran.
Kegunaan Penelitian: (1) Secara Teoritik, skripsi ini diupayakan dapat menjadi kontribusi ilmiah bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan agama, khususnya pengetahuan tentang pemikiran Pendidikan Yusuf Qardhawi dalam pendidikan Islam, (2) Secara Praktis, sebagai upaya agar masalah Pendidikan Islam terutama pemikiran Yusuf Qardhawi sesuai dengan apa yang sedang diharapkan oleh seluruh masyarakat.
Prosedur Penelitian: Mengumpulkan literatur-literatur kitab karangan Yusuf Qardhawi, kemudian menelaah dan mengkaji relevansinya untuk diterapkan dalam pelaksanaan pendidikan Islam pada era modern.  
Sumber Data: sumber data primer, yakni kitab At Tarbiyyah Al-Islamiyah dan Ar-Rasul Wal-Ilmu dan kitab-kitab karya Yusuf Qardhawi lainnya yang berhubungan dengan pendidikan Islam. Sumber data sekunder, yakni literatur-literatur yang berkaitan erat dengan pendidikan Islam.
Variabel Penelitian: Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel yaitu: (1) variabel bebas (dependent variabel) yakni kajian lteratur kitab-kitab karya Yusuf Qardhawi tentang pendidikan Islam dan (2) variabel terikat (independent variabel) yakni kondisi pendidikan Islam pada era modern.
Metode dan Instrumen: Metode pengumpulan data melalui tehnik penelitian kepustakaan (library research) yakni mengumpulkan literatur kitab-kitab karya Yusuf Qardhawi yang berhubungan dengan pendidikan Islam, kemudian menggunakan metode pengolahan data, baik secara deduktf maupun secara komparatif.
Analisis Data: Data hasil penelitian ini diuji dengan tehnik deskriptif analisis, ditelaah sesuai fenomena kekinian dan disajikan dengan analisis isi (content analysis).

Hasil Penelitian: Ada relevansi pemikiran Yusuf Qardhawi tentang pendidikan Islam dengan optimalisasi penerapan pendidikan Islam pada era modern.

berikut link ownload skripi selengkapnya :


Download BAB I: Pendahuluan.docx Download BAB II: Kajian Pustaka.docx Download BAB III: Metode Penelitian.docx Download BAB IV: Pembahasan.docx BAB-5-Mam.docx DAFTAR-PUSTAKA.docx

Saturday, 4 October 2014

Download Skripsi Lengkap: Studi Komparatif Guru dan Murid dalam perspektif Al-Ghazaly di Era Modern

LATIF QOHARI, 
MOHAMMAD, 2014: Studi Komparatif Guru dan Murid dalam perspektif Al-Ghazaly di Era Modern. Skripsi, Program Study Pendidikan Islam, Tarbiyah, Sekolah Tinggi Agama Islam Hasanuddin Pare Kediri.  Dosen Pembimbing : Drs. Imam Sanusi

Permasalahan: (1) Bagaimanakah Perspektif Al-Ghozaly tentang guru dan murid ?, (2) Bagaimanakah Komparasi Guru dan Murid dalam perspektif Al-Ghozaly dengan Guru dan Murid Di era modern?.
Tujuan Penelitian: (1) Untuk mengetahui Perspektif Al-Ghozaly tentang guru dan murid, (2) Untuk mengetahui Komparasi Guru dan Murid dalam perspektif Al-Ghozaly dengan Guru dan Murid Di era modern.
Kegunaan Penelitian: (1) Secara Teoritik, skripsi ini diupayakan dapat menjadi kontribusi ilmiah bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan agama, khususnya pengetahuan tentang pemikiran Al-Ghozaly tentang guru dan murid, (2) Secara Praktis, sebagai upaya agar masalah Pendidikan Islam terutama pemikiran Al-Ghozaly sesuai dengan apa yang sedang diharapkan oleh seluruh masyarakat.
Prosedur Penelitian: Mengumpulkan literatur-literatur kitab karangan Al-Ghozaly, kemudian menelaah dan mengkaji relevansinya untuk diterapkan dalam pelaksanaan pendidikan Islam pada era modern.  
Sumber Data: sumber data primer, yakni kitab Ihya’ ‘Ulumuddin dan Bidayatul Hidayah dan kitab-kitab karya Al-Ghozaly lainnya yang berhubungan dengan guru dan murid. Sumber data sekunder, yakni literatur-literatur yang berkaitan erat dengan guru dan murid.
Variabel Penelitian: Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel yaitu: (1) variabel bebas (dependent variabel) yakni kajian lteratur kitab-kitab karya Al-Ghozaly tentang guru dan murid dan (2) variabel terikat (independent variabel) yakni kondisi guru dan murid pada era modern.
Metode dan Instrumen: Metode pengumpulan data melalui tehnik penelitian kepustakaan (library research) yakni mengumpulkan literatur kitab-kitab karya Al-Ghozaly yang berhubungan dengan guru dan murid, kemudian menggunakan metode pengolahan data, baik secara deduktf maupun secara komparatif.
Analisis Data: Data hasil penelitian ini diuji dengan tehnik deskriptif analisis, ditelaah sesuai fenomena kekinian dan disajikan dengan analisis isi (content analysis).
Hasil Penelitian: Ada komparasi pemikiran Al-Ghozaly tentang pendidikan Islam dengan optimalisasi penerapan pendidikan Islam pada era modern.

Beikut Link Download selengkapnya:

Download BAB I.docx
BAB-2-El-Qohary.docx
BAB-3-AL-QOHARY.docx
Download BAB IV.docx
Download BAB V.docx
DAFTAR-PUSTAKA.docx
RIWAYAT-PENULIS.docx

Kumpulan Lagu Kenangan Thomas J Pisa & Ebid G. Ad

Terlahir dengan nama Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far di Wanadadi, Banjarnegara[1], merupakan anak termuda dari 6 bersaudara, anak Aboe Dja'far, seorang PNS, dan Saodah, seorang pedagang kain. Dulu ia memendam banyak cita-cita, seperti insinyur, dokter, pelukis. Semuanya melenceng, Ebiet malah jadi penyanyi -- kendati ia lebih suka disebut penyair karena latar belakangnya di dunia seni yang berawal dari kepenyairan[2].
Setelah lulus SD, Ebiet masuk PGAN (Pendidikan Guru Agama Negeri) Banjarnegara. Sayangnya ia tidak betah sehingga pindah ke Yogyakarta. Sekolah di SMP Muhammadiyah 3 dan melanjutkan ke SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Di sana ia aktif di PII (Pelajar Islam Indonesia). Namun, ia tidak dapat melanjutkan kuliah ke Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Madakarena ketiadaan biaya. Ia lebih memilih bergabung dengan grup vokal ketika ayahnya yang pensiunan memberinya opsi: Ebiet masuk FE UGM atau kakaknya yang baru ujian lulus jadi sarjana di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.[3]
Nama Ebiet didapatnya dari pengalamannya kursus bahasa Inggris semasa SMA. Gurunya orang asing, biasa memanggilnya Ebiet, mungkin karena mereka mengucapkan A menjadi E. Terinspirasi dari tulisan Ebiet di bagian punggung kaos merahnya, lama-lama ia lebih sering dipanggil Ebiet oleh teman-temannya. Nama ayahnya digunakan sebagai nama belakang, disingkat AD, kemudian ditulis Ade, sesuai bunyi penyebutannya, Ebiet G. Ade. Kalau dipanjangkan, ditulis sebagai Ebiet Ghoffar Aboe Dja'far. [4][5]
Sering keluyuran tidak keruan, dulu Ebiet akrab dengan lingkungan seniman muda Yogyakarta pada tahun 1971. Tampaknya, lingkungan inilah yang membentuk persiapan Ebiet untuk mengorbit. Motivasi terbesar yang membangkitkan kreativitas penciptaan karya-karyanya adalah ketika bersahabat dengan Emha Ainun Nadjib (penyair), Eko Tunas(cerpenis), dan E.H. Kartanegara (penulis). Malioboro menjadi semacam rumah bagi Ebiet ketika kiprah kepenyairannya diolah, karena pada masa itu banyak seniman yang berkumpul di sana.

Meski bisa membuat puisi, ia mengaku tidak bisa apabila diminta sekedar mendeklamasikan puisi. Dari ketidakmampuannya membaca puisi secara langsung itu, Ebiet mencari cara agar tetap bisa membaca puisi dengan cara yang lain, tanpa harus berdeklamasi. Caranya, dengan menggunakan musik. Musikalisasi puisi, begitu istilah yang digunakan dalam lingkungan kepenyairan, seperti yang banyak dilakukannya pada puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Beberapa puisi Emha bahkan sering dilantunkan Ebiet dengan petikan gitarnya. Walaupun begitu, ketika masuk dapur rekaman, tidak sebiji pun syair Emha yang ikut dinyanyikannya. Hal itu terjadi karena ia pernah diledek teman-temannya agar membuat lagu dari puisinya sendiri. Pacuan semangat dari teman-temannya ini melecut Ebiet untuk melagukan puisi-puisinya.
Berikut link download lagu Ebi G Ade dan Thomas J. Pissa Mp3:
02. Ebiet-G-Ade---Titip-Rindu-Buat-Ayah.mp3
03. tommy-j-pisa--dibatas-kota-ini.mp3
04. Tommy-J-Pisa---Suster-Marisa.mp3
05. TOMMY-J-PISA-1.mp3
06. BIARLAH-KUCARI-JALAN-HIDUPKU.mp3
07. Ebiet-G---Berita-Kepada-Kawan.mp3